Jumat, 13 Maret 2009

ASUHAN KEPERAWATAN DARURAT ASMA

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA ASMA

ASMA biasanya mudah terdeteksi dan memerlukan penanganan khusus. Bila tidak segera ditangani kerusakan organ atau kematian dapat terjadi.

Tanda dan Gejala

Tanda umum adalah:

  1. dyspnoea – tiba-tiba dan ada pada 90% kasus
  2. pingsan
  3. tachikardia > 100/menit
  4. tachipnoe > 20/menit
  5. banyak keringat
  6. Sianosis

Tanda Ancaman Kehidupan

Gejala ASMA berat:

  1. dyspnea berat
  2. samnolen atau agitasi
  3. peningkatan tekanan vena
  4. ada bukti gagal jantung kanan
  5. hypotensi
  6. shock

Pengkajian

Pengkajian dengan pendekatan ABCD.

Airway

  1. kaji dan pertahankan jalan napas
  2. lakukan head tilt, chin lift jika perlu
  3. gunakan alat batu untuk jalan napas jika perlu
  4. pertimbangkan untuk merujuk ke ahli anestesi untuk dilakukan intubasi jika tidak dapat mempertahankan jalan napas

Breathing

  1. kaji saturasi oksigen dengan menggunakan pulse oximeter, untuk mempertahankan saturasi >92%.
  2. Berikan oksigen dengan aliran tinggi melalui non re-breath mask.
  3. Pertimbangkan untuk mendapatkan pernapasan dengan menggunakan bag-valve-mask ventilation
  4. Lakukan nebulizer
  5. Lakukan pemeriksaan gas darah arterial untuk mengkaji PaO2 dan PaCO2
  6. Kaji jumlah pernapasan
  7. Lakukan pemeriksan system pernapasan
  8. Dengarkan adanya bunyi pleura
  9. Lakukan pemeriksaan foto thorak – mungkin normal

Circulation

a. Kaji heart rate dan ritme, kemungkinan terdengan suara gallop

b. Kaji peningkatan JVP

c. Catat tekanan darah

d. Pemeriksaan EKG mungkin menunjukan:

a. Sinus tachikardi

b. Adanya S1 Q3 T3

e. Lakukan IV akses D5% + teofilin 2 amp

f. Lakukan pemeriksaan darah lengkap

g. Suntikan epinrfrin 0,3 ml 1 : 1000 secara subkutan

Disability

a. kaji tingkat kesadaran dengan menggunakan AVPU

b. penurunan kesadaran menunjukan tanda awal pasien masuk kondisi ekstrim dan membutuhkan pertolongan medis segera dan membutuhkan perawatan di ICU.

Exposure

  1. selalu mengkaji dengan menggunakan test kemungkinan bronkitis
  2. jika pasien stabil lakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik lainnya.
  3. Jangan lupa pemeriksaan untuk tanda DVT

Faktor Resiko terjadinya Asma

a. Pernah asma sebelumnya

b. Pembedahan sebelumnya

c. Trauma sebelumnya

d. Imobilisasi untuk berbagai alas an

e. Keganasan

h. Kehamilan lama

i. Obesitas

j. Pasien mendapatkan Selective Estregen Receptor Modulator therapy (SERM)

k. Nepritik sindrom

Perawatan ASMA

Sejak didiagnosa ASMA maka pasien harus mendapatkan Oksigen tambahan, duduk semi fowler (setengah duduk).Injeksi teofilin 5 – 6 mg/kg yang digabungkan dengan cairan infus

1 komentar: